Bagaimana Caranya Istiqomah?


Istiqomah itu konsisten, artinya melakukan sesuatu secara terus menerus.
Minggu malam saya hadir pada kajian di masjid dekat rumah. Entah kenapa muncul pertanyaan dalam benak saya. Namun sayang, waktu habis dan tak dapat kesempatan bertanya.
Bagaimana caranya istiqomah?


Padahal, tuh, ya, saya sering didoakan atau juga mendoakan agar istiqomah. Istiqomah dalam mengerjakan hal-hal kebajikan.
Tetapi yang namanya manusia seperti saya misalnya, susah untuk istiqomah. Pokoknya malam ini kudu dapat jawaban gimana caranya.
Apakah ada masalah kalian seperti saya? Sulit untuk istiqomah, musiman gitu istiqomahnya. Misalnya gini, salat di masjid ketika bulan Ramadhan saja. Puasa Senin dan Kamis kalau mau Ujian Nasional. Rajin tahajud kalau mau sidang skripsi. Baik dan bagus memang. Cuma, hanya saja…
Kisah saya, nih, waktu itu perjalanan pulang naik motor dan sesaat lagi waktunya salat Isya. Saya meminggirkan motor dekat dengan masjid. Wah, luar biasa bagusnya masjid tersebut. Ruang peribadatannya di lantai atas, tempat wudhu ada yang di bawah dan ada juga yang di atas. Brrr, masuk ruang peribadatannya juga dingin, pakai Air Conditioner. Pokoknya nyaman sekali, masjid itu juga lokasi di pinggir jalan.
Nah, pasalnya malam itu malam minggu. Di sekitar masjid itu juga banyak tempat-tempat anak muda. Ah, pikir saya banyak yang salat berjamaah. Nyatanya, hm, mungkin karena bukan bulan Ramadhan. Semoga kita semua lebih diberi semangat lagi tuk hidup berjamaah.
Kembali lagi pada kajian Minggu malam, saya perlu menunggu Ustaz Sa’dun selesai salat sunnah ba’diyyah Isya.
“Pak Ustaz, saya mau tanya, kebetulan tadi tidak ada sesi pertanyaan. Saya butuh nasihat Ustaz.” saya memulai perbincangan.
“Iya, kenapa?” Ustaz menoleh sambil fokus memperhatikan apa yang akan saya tanya.
Bagaimana caranya istiqomah?” saya bertanya.
“istiqomah dalam hal apa ini?” tanya balik Ustaz.
“Yaaa, istiqomah dalam hal kebaikan. Tadi seperti yang Ustaz bilang sebelum menutup kajian, ‘semoga kita semua selalu istiqomah’, apakah istiqomah hanya didoakan saja? Saya bingung gimana caranya?” saya langsung menjawabnya dan menjelaskan maksud tanya saya.
Ada lima hal yang dipaparkan Ustaz agar kita dapat istiqomah.
Pertama, NIAT. Innamal a’malu binniyat, amal tergantung dari niat. Niatkan untuk mendapatkan ridho Allah apa-apa yang kita lakukan dalam hal kebajikan. Niatkan dahulu dalam hati, ucapkan dengan lisan. “Saya mau istiqomah mengerjakan ini nih.”
Kedua, KEMAMPUAN. Lakukan sesuatu yang kita mampu. Misalnya mampu tadarus sehari satu lembar, teruskan, tiap hari satu lembar. Jangan yang tidak sesuai dengan diri kita mampu. Perlahan nanti dari selembar, dua lembar, satu juzz.
Ketiga, KOMUNITAS. Gabung sama teman-teman yang satu kesukaan. Selain bisa tanya-tanya alasan mereka bisa istiqomah, semangat dalam diri kita muncul. Masuk ke komunitas baca Al Qur’an, misalnya. Banyak yang bisa kita temukan untuk bisa istiqomah dalam komunitas tersebut.
Keempat, JANGAN STMJ. Apa tuh? STMJ? Susu Telur Madu Jahe? Bukan. STMJ maksudnya, Salat Terus Maksiat Jalan. Tidak bisa kita istiqomah melaksanakan kebajikan tapi maksiat tetap jalan. Hilangkan perbuatan maksiat dalam diri, perlahan-perlahan saja, semua itu butuh proses. Tetap harus ada progres.
Kelima, BERDOA. Dekati alim ulama supaya bisa didoakan. Doakan juga orang-orang sekitar agar istiqomah. Jangan sampai kita tidak berdoa. Begitu.
Yaa, semoga dengan tulisan ini bisa mengingatkan saya dan menambah semangat saya juga dalam istiqomah. Kalian punya tips lain supaya bisa istiqomah? Silahkan tuliskan di kolom komentar, terima kasih.

Tabik.
Galih yang berusaha istiqomah

You Might Also Like

1 komentar

  1. Terbaik (y).. Tapi bang sekali futur di tengah istiqomah, futurnya kelamaan-_- gimana caranya biar cepet bangkit dari futur?

    BalasHapus

Terima kasih telah berkomentar, jangan lupa baca tulisan-tulisan lainnya yang berada di blog ini.