Petualangan Puisi Wajah Pulang


Kartini, tunggu, ini puisi untukmu. Tapi, aku gak bisa dan gak tahu harus memulai puisi dari mana. Aku hidup di zaman sekarang, sebab tidak hanya kamu pahlawan nasional perempuan dari negeriku.

Kartini, apa mungkin aku bisa suka padamu bila kuhidup pada masamu? Sehingga aku mudah membuatkan puisi untukmu. Karena kriteria cantik dipengaruhi oleh waktu.

Lalu, untuk apa lelaki merayakan Hari Kartini? Agar mudah bikin puisi untuk perempuan? Aku mudah kok dulu bikin puisi, tapi saat-saat suka sama perempuan. Sekarang juga masih suka. :D

Semenjak SMA, jangankan puisi. Sajak-sajakku menjadi sebuah lagu. Duh, enggak banget deh rasanya, sampai seorang teman bilang, "Lih, tampang sangar bikin lagu galau. Gak cocok Lih."

Ehh, saat SMA aku malah dengeri My Chemical Romance dan Endank Soekamti. Kenapa lagu galau yang kubuat? Emang dah, perempuan membuat laki-laki 10% (data dari mana coba) hilang arah. Kalau gak kuat-kuat kendali bisa kacau.

Berapa banyak ya dulu laki-laki yang suka dengan Kartini? Berapa puisi yang diterima Kartini ya dulu? Ah, zaman dulu laki-laki sibuk dengan bambu runcing atau berladang. Mana sempat bikin puisi? Mungkin.

Puisi tidak bisa membuat seorang laki-laki keren? Mending ngerokok atau main game atau ngeband. Hus, jangan deh doyan rokok. Ngegame dan ngeband, ups, lagi dikurangi.

Puisi bisa bikin keren. Buktinya Bung Fiersa Besari follower instagramnya banyak rek.

Sebetulnya nih ya, kalau ditanya penyair terkenal di Indonesia siapa? Pasti pada tahu Chairil Anwar. Hellooooo, dia laki-laki.

Terus apa ada masalah gender siapa yang membuat puisi?

Ya, karena jumlah perempuan lebih banyak sekarang dan banyak laki-laki yang malas. Terlihat dunia ini hampir dikuasai perempuan. Gerbong kereta saja ada yang khusus perempuan.

Emansipasi, katanya. Harusnya gak campur aduki peran.

Ini artikel mengarah kemana toh Lih?

Padahal mau review buku puisi :D

* Ini tulisan cuma jadi draft dari bulan April kemarin. Inginnya beneran mau mengulas dua buku puisi, tapi entah mau mengulas seperti apa. Setiap puisi indah, bukan.

Sekian dan terima kasih :)

You Might Also Like

0 komentar

Terima kasih telah berkomentar, jangan lupa baca tulisan-tulisan lainnya yang berada di blog ini.