Muara Hijrahku



Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Alhamdulillah.

Rekan-rekan sekalian

Bersyukur kepada Allah atas segala nikmat dan karunia yang diberikan kepada kita.

Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wassalam, beserta para sahabat dan keluarganya.

Bicara tentang hijrah yang sedang viral saat ini.

Diantara kebahagiaan orang-orang beriman adalah ketika melihat saudaranya berhijrah kepada Allah Ta'ala.

Allah berfirman pada surat An Nisa ayat 100, yang artinya.
Dan siapa yang berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka akan mendapatkan di bumi ini tempat hijrah yang luas dan (rezeki) yang banyak. Barang siapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh, pahalanya telah ditetapkan di sisi Allah. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

Barang siapa yang berhijrah di jalan Allah, maka ia pasti akan mendapatkan solusi-solusi yang banyak dari hal-hal yang ia tinggalkan. Ketika ia tinggalkan pekerjaannya, hobi-hobi yang mungkin haram, ketika mengatakan tidak pada uang haram, ketika memutuskan hubungan yang tidak diridhoi oleh Allah. Allah akan memberikan kelapangan masalah rizki, kelapangan masalah iman, kelapangan membangun keluarga yang sakinah.

Banyak orang mengatakan hijrah, tapi gak tau apa itu hijrah? Tapi ketika kita memakai kacamata syar'i, kacamata Al Quran dan Hadist, ternyata dia belum berhijrah.

Hijrah dijelaskan oleh ulama secara etimologi berarti meninggalkan, jauh, secara bahasa. Ada pun secara istilah, hijrah sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi Shalallahu alaihi wassalam, orang-orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan apa yang Allah haramkan. Engkau meninggalkan sesuatu yang dibenci oleh Rabbmu.

Hijrah terbagi menjadi 2 (dua), pertama, hijrah dengan fisik. Berhijrah dari sebuah tempat atau lingkungan di mana kita tidak bisa menampilkan agama kita. Kedua, hijrah dengan hati. Hijrah saat kita bertawakal, hijrah pada saat kita berharap. Saat kita berharap pada perusahaan, orangtua, kita hijrah kepada Allah. Dulu sebelum hijrah takut dengan manusia, sekarang hanya takut kepada Allah.

Banyak yang hijrah berhenti pada hijrah dengan fisik, hijrah dengan penampilan. Dan, tidak dilanjutkan dengan hijrah hati.

Nabi Shalallahu alaihi wassalam bersabda, seseorang tidak mungkin istiqomah imannya sampai hatinya dulu istiqomah.

Artinya kalau kita hanya mengandalkan penampilan, kita hanya mengandalkan komunitas, kita hanya mengandalkan slogan di sosmed. Tapi tidak melanjutkan bagaimana menata hati. Nabi yang mengatakan, anda tidak akan bisa istiqomah, anda tidak bisa survive.

Karena hijrah itu gak mudah, ketika kita meng-claim kita berhijrah, kita berhadapan dengan surat Al Ankabut ayat 2, yang artinya.

Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, "Kami telah beriman," dan mereka tidak diuji?

Hanya orang-orang yang menata hatinya yang bisa melewati itu semua. Perlu kita camkan, hijrah dengan penampilan, hijrah dengan fisik, itu positif. Tapi ada yang masih tinggi.

Karena sangat lucu sekali jika ada yang sombong dengan hijabnya, sombong dengan jenggotnya, hijab dan jenggot itu bagus. Perlu ditingkatkan lagi levelnya.

Pada surat Al Araf ayat 26,
Wahai anak cucu adam! Sesungguhnya kami telah menyediakan pakaian untuk menutupi auratmu dan untuk perhiasan bagimu. Tetapi pakaian taqwa, itulah yang lebih baik. Demikianlah sebagai tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka ingat.

Pakaian ketaqwaan bukan merek taqwa, pakaian ketaqwaan itu yang terbaik.

Nabi bersabda, "Taqwa itu di sini, di hati. Taqwa itu di sini, di hati. Taqwa itu di sini, di hati."

Ini inti dari hijrah. Oh, berarti hati yang penting dong. Diajak sholat, yang penting hati baik bro, dari pada elu!? Wah ini keliru.

Kalau kita katakan hati maka kaitkan Hadist Bukhari,

Nabi Shalallahu alaihi wassalam bersabda, "Ketauhilah di dalam sebuah jasad ada segumpal daging, ketika daging itu baik maka baiklah seluruh jasad, kepala baik, mata baik, telinga baik, lisan baik, tangan baik, kaki baik. Dan, kalau segumpal daging itu buruk maka buruklah semua, mata melihat yang gak benar, lisan ghibah, fitnah, caci maki, jempol buat hoax, dan seterusnya. Dan, segumpal daging itu adalah HATI."

Jadi kalau hati baik, semua baik. Dia akan berpenampilan syar'i dan gak berhenti sampai itu saja. Kalau kita fokus sama penampilan, stuck!, orang munafik juga fokus masalah fisik. Apa bedanya kita dengan mereka?

Ibnu Qayyim mengatakan,
Hijrah dengan hati adalah pada saat kita meninggalkan hal-hal yang Allah benci dan kita juga benci, karena orang beriman membenci apa yang dibenci Allah menuju hal-hal yang Allah cintai dan kita cintai.

Sumber :
Ceramah Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri - Muara Hijrahku

---

Mari meningkatkan ketaqwaan, dengan bersyukur atas apa yang Allah berikan, dengan bersabar dengan segala ujian.

Islam mengajarkan untuk mentauhidkan Allah, satu-satunya Tuhan yang berhak disembah.

Yuk, berhijrah!

Kita, dari Allah dan akan kembali pada Allah.

"Dakwah dan Rasa"
www.darasa.web.id 

You Might Also Like

2 komentar

Terima kasih telah berkomentar, jangan lupa baca tulisan-tulisan lainnya yang berada di blog ini.